Tag Archives: UU LLAJR 2009

Point Penting UU LLAJR 2009

Kawan, Undang-undang lalulintas dan angkutan jalan yang baru telah di buat, selain dari pasal yang memperbolehkan motor masuk jalan tol ada beberapa pasal yang lain yang patut jadi perhatian kita. UU ini jika di banding dengan UU lama (1992) lebih lengkap dan detail karena semua penjelasannya ada di pasal-pasalnya, tidak seperti UU 1992 yang penjelasannya ada di peraturan pemerintah. Berikut sebagian pasal-pasal yang menarik yang berhubungan dengan kita pengguna jalan.

  • Tidak boleh memasang lampu rotator/ sirine bagi mobil biasa kecuali polisi, tentara,ambulan, angkutan barang khusus, petugas LLAJ, dll
  • Penggolongan SIM tidak lagi berdasarkan cc kendaraan tapi bobot mati kendaraan
  • Untuk mendapatkan SIM C harus berusia minimal 17 tahun (dulu 16 tahun)
  • Pengemudi Sepeda Motor selain mematuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menyalakan lampu utama pada siang hari.
  • Pada persimpangan Jalan yang dilengkapi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas,Pengemudi Kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh Rambu Lalu Lintas atau Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas
  • Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor beroda empat atau lebih di Jalan yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan berupa ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, dan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).
  • Setiap orang yang mengendarai Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama,lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan,knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) jo. Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).
  • Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor beroda empat atau lebih di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis yang meliputi kaca spion,klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu tanda batas dimensi badankendaraan, lampu gandengan, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, kedalaman alur ban, kaca depan, spakbor, bumper, penggandengan, penempelan, atau penghapus kaca sebagaimanadimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) jo. Pasal 48 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).
  • Setiap orang yang mengendarai Sepeda Motor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 (lima belas) hari atau denda paling banyak Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah).

3 Komentar

Filed under ragam