Category Archives: keluarga

all about parenting

Menghargai Hidup

Di film Bee Movie di salah satu adegan diceritakan bahwa seorang akan membunuh lebah yang masuk rumah , tetapi kemudian dicegah oleh teman wanitanya sambil berkata “What make you thing your life is better than his?”  saya sangat terkesan sekali dengan pertanyaan ini karena faktanya ada kalanya kita membunuh hewan atau mencabut tanaman tanpa perlu. Kita tidak menghargai kehidupan.

Kenapa kita tidak menghargai kehidupan ? karena kita belum mengalami kehilangan atau kita tidak pernah atau belum  mempunyai  pengalaman mengerikan semisal selamat dari sebuah kecelakaan atau sakit yang parah. Sering kali kita lihat orang begitu sembrono mengabaikan keselamatan dirinya dan keluarganya seperti yang banyak kita lihat pada perilaku pengendara mobil atau sepeda motor.

Mengapa kita harus menunggu sampai hidup kita atau orang dekat kita terancam sebelum kita mensyukuri betapa berharganya hidup ini, ini bukan berarti kita harus mengabaikan segi negatif atau kesedihan dalam hidup kita, karena itu juga adalah  fakta yang terjadi. Tapi dalam setiap harinya kita bisa menemukan hal-hal yang dapat kita rasakan untuk menghargai kehidupan ini.

Kita bisa merenenungkan hal-hal buruk yang pernah terjadi pada kita dan bersyukur hal tersebut sudah berlalu  atau kita bisa bersyukur pada hal-hal yang baik yang setiap hari kita alami. Hal hal yang meskipun kecil tapi bisa mengingatkan kita akan berharganya hidup ini.

Hal-hal kecil yang bisa kita lakukan semisal

  • sebelum kita tidur , kita bisa menghitung 5 hal yang terjadi pada kita hari ini untuk kita syukuri atau jika tidak ada, ingat bahwa hari ini kita masih bisa bernafas, menikmati makanan, ada atap yang meneduhi di atas kita, mata untuk  melihat dan adanya  teman atau keluarga yang peduli.
  • Berterimakasihlah pada orang lain, kepada  sopir yang mengantar kita dengan selamat, kasir supermarket yang menata belanjaan dengan baik, guru yang mengajar anak kita dan banyak lagi.
  • Senyumlah, ceriakan hati anda.
  • Mandi dengan sabun wangi kesukaan anda pakailah parfum  kesukaan anda walaupun tidak ada acara, mandi selama anda mau dan  rasakan sensasi air mengguyur tubuh anda.
  • Telpon ibu atau bapak atau saudara atau teman anda bicarakan hal-hal sepele dan tidak penting.
  • Nikmati alam, lihat betapa indahnya matahari terbit, betapa wanginya melati, nikmati suara hujan jatuh  di atas genting,  jalan di taman yang hijau lepaskan sepatu/sandal rasakan tekstur tanah atau rumput di telapak kaki.
  • Makan dan minum secara perlahan, rasakan setiap kunyahnya
  • Lakukan hobby anda olahraga, kesenian, memancing, membaca dan lain-lain.

1 Komentar

Filed under keluarga, ragam

B O H O N G

Berbohong adalah bagian tak terpisahkan dari hidup kita, dengan mudahnya kita berbohong setiap hari untuk hal yang tidak penting sekalipun. Untuk membujuk anak supaya makan, untuk mencegah anak bermain jauh-jauh dan sebagainya, tanpa disadari kita telah mencontohkan anak supaya berbohong, dan ingat anak adalah cermin kita, segala perilakunya adalah refleksi perilaku kita

Jika sudah tahu demikian mengapa kita jengkel jika anak kita berbohong? untuk memperbaiki itu marilah kita hentikan kebiasaan kita berbohong. Jika anak kita terlanjur suka berbohong berikut ini beberapa hal tentang bohong yang perlu kita ketahui.

Anak kecil berbohong untuk alasan yang berbeda, dan itu adalah bagian dari perkembangan,hampir semua anak berbohong. Kelakuan ini suatu saat akan terasa menjengkelkan bagi orang tua. Banyak orang tua bertanya-tanya  bagaimana cara menangani anak yang suka berbohong, yang perlu kita ketahui adalah bohong harus diatasi dengan cara yang berbeda tergantung dari usia anak dan situasi yang terjadi. Di bawah ini beberapa keterangan yang bisa menolong kita menentukan apakah suatu kebohongan harus dihukum atau tidak. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under keluarga

Alhamdulillah, PPH saya turun..

Ada kejutan manis ketika membuka slip gaji saya untuk bulan Januari ini PPH (pajak penghasilan) saya sebagai karyawan yang tidak memiliki bisnis lain turun dari  bulan kemarin , turunnya lumayan antara 20 -30 persenan.

Setelah ditanyakan kepada  orang yang  mengerti pajak di kantor saya ternyata ini hasil dari

  1. Penurunan tarif pajak penghasilan dan perluasan lapisan penghasilan kena pajak.
  2. Kenaikan PTKP (pendapatan tidak kena pajak) , sesuai dengan keadaan keluarga jumlah PTKP saya dengan 1 istri dan 2 anak meningkat artinya menambah take home pay saya.

Tambahan  hari ini ada berita di Kompas untuk beberapa Industri seperti karoseri, tekstil, kapal, alas kaki, dan perkeretaapian malah ngga kena PPH , enak  benar ya, tambah dong Bu Menteri karyawan  Pembangkit listrik juga  (hehe maunya saya itu mah).

Yahh alhamdulillah pokonya mah, lumayan buat jajan Dilla.

Tinggalkan komentar

Filed under keluarga

Pelajaran Dari Acara TV Super Nanny


Setiap hari minggu di Metro TV diputar acara Super nanny dengan Nanny Jo Frost sebagai pemeran utamanya, sebelumnya acara yang ditayangkan bernama Nanny 911 dengan konsep yang kurang lebih sama tetapi pengisi acaranya bergantian antara 3 orang nanny.

Bagi yang belum pernah melihat acara ini, saya kasih tahu skemanya, ada keluarga dengan beberapa orang anak yang tidak bisa diatur meminta pertolongan kepada nanny, lalu nany melihat dari video menunjuk siapa yang tepat untuk mengatasi masalah Keluarga tersebut. Kemudian Nanny itu mengamati perilaku semua anggota keluarga seharian sambil membuat catatan dan komen. Keesokan harinya Nanny masuk memberi instruksi kepada anggota keluarga memberitahu mana yang salah dan mana yang benar. Biasanya orang tua tidak terima dengan usul nanny, tapi kemudian menurut dan berakhir dengan manis di mana sekuruh keluarga tersebut menjadi lebih tertib dan saling menghargai, pada saat itulah tugas super Nanny selesai dan  beliau pulang. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under keluarga

Awas Kecanduan Internet

Kawan, ternyata menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar monitor itu bisa membahayakan keluarga  nih ada contohnya,

Adiksi Komunikasi Alam Maya

Sawitri Supardi Sadarjoen psikolog

”Selamat siang, Bu. Saya tinggal di B, sudah berkeluarga selama delapan tahun dengan anak satu orang. Saya sedang bingung dengan kelakuan suami (36).

”Dari dulu saya tidak pernah menyetujui dia memasang internet di rumah karena takut dia akan kecanduan internet. Benar saja Bu, setiap ada kesempatan di rumah, dia pasti langsung on di internet. Dia juga jadi anggota Friendster, Persport, facebook, Date in Asia, dan lainnya yang saya tidak paham.

Di profilnya dia tidak pernah menyebut sudah menikah. Kalau tidak dikosongkan, statusnya diisi domestic partner. Kan, lucu ya, Bu?

Yang lebih menyebalkan, dalam profilnya disebut mencari teman perempuan untuk ”beraktivitas”, mencari teman kencan!!!
Gila, kan, Bu.

Baru kemarin saya iseng buka semua profilnya, saya ganti statusnya dengan ”menikah”. Entahlah dia sadar atau tidak.

Saya sampai tidak bisa tidur nyenyak, gelisah, negative thinking terus kepada suami karena begitu saya tidur pasti dia leluasa chatting.

Saya pernah menanyakan maksudnya. Suami berkata, tenang saja, biasanya yang masuk ke internet orang yang banyak bohongnya.Hal ini tidak bisa saya tolerir. Selingkuh menurut saya dimulai dari
iseng-iseng seperti begini, apalagi kalau ternyata perempuannya merespons.

Sering sekali saya cek diam-diam, banyak perempuan yang diajak kenalan, diajak ketemu dengan dalih kerja sama bisnislah. Padahal, kalau ingin kerja sama, kenapa tidak juga dengan laki-laki?

Saya sudah tidak tahan, tidak habis mengerti kenapa dia ingin coba-coba dating dengan perempan lain? Ini, menurut saya, selingkuh di dunia maya, entah bagaimana kalau terjadi di dunia nyata. Sikap dia kepada saya jaim (jaga image). Kesannya baik, jujur, padahal saya tahu banyak bohongnya. Kalau saya menemani sampai malam, internet yang dibuka yang ”lurus-lurus” saja…. Saya jadi curiga terus dan hubungan kami jadi ”hambar”.

Saya harus lakukan apa? Padahal, saya orangnya tidak mandiri, sangat tergantung kepada orang lain, tidak supel, tidak aktif walaupun secara finansial bisa mandiri. Sampai sekarang saya bekerja dan dapat membantu keuangan keluarga”. Demikian Ny T.

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under keluarga, ragam

Pertolongan Pertama Mengatasi Demam

BANYAK orangtua panik bila mendapati suhu tubuh anaknya di atas rata-rata atau sering disebut demam. Sebagai pertolongan pertama, umumnya diberikan obat penurun panas yang berbahan dasar kimia seperti golongan parasetamol, asam salisilat, ibuprofen, dan lain-lain. Jarang sekali orangtua yang langsung teringat  memberikan obat-obatan tradisional.Sebagai langkah pertolongan pertama, obat tradisional dapat diandalkan untuk mengatasi demam.

Padahal, obat-obatan tradisional yang berasal dari tanaman obat ini tak kalah ampuhnya sebagai pengusir demam. Malah, obat-obatan tradisional memiliki kelebihan, yaitu toksisitasnya relatif lebih rendah dibanding obat-obatan kimia. Jadi, relatif lebih aman, bahkan tidak ada efek samping bila penggunaannya benar. Soalnya, kandungan tanaman obat bersifat kompleks dan organis sehingga dapat disetarakan dengan makanan, suatu bahan yang dikonsumsi dengan maksud merekonstruksi organ atau sistem yang rusak. Selain itu, harganya pun lebih murah.

Tiga Jenis Demam

Namun, sebelum mengenal lebih jauh tentang tanaman obat penurun panas, perlu dipahami lebih dulu pengertian demam. Demam pada anak dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

1. Demam karena infeksi yang suhunya bisa mencapai lebih dari 38°C. Penyebabnya beragam, yakni infeksi virus (seperti flu, cacar, campak, SARS, flu burung,demam berdarah, dan lain-lain) dan bakteri (tifus, radang tenggorokan, dan lain-lain).

2. Demam noninfeksi, seperti kanker, tumor, atau adanya penyakit autoimun seseorang (rematik, lupus, dan lain-lain).

3. Demam fisiologis, seperti kekurangan cairan (dehidrasi), suhu udara yang terlalu panas, dan lain-lain.

Nah, dari ketiganya, hanya demam yang disebabkan oleh infeksi dan noninfeksi sajalah yang memerlukan obat penurun panas. Untuk mempercepat proses penurunan panasnya, selain ramuan tradisional yang diminum, dapat juga diberikan baluran atau kompres untuk membantu.

Akan halnya demam fisiologis, tak diperlukan obat-obatan penurun panas karena umumnya jarang melebihi 380°C. Untuk menurunkan suhu tubuh, cukup diberikan minum yang banyak dan diusahakan berada dalam ruangan berventilasi baik atau berpendingin.
Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under keluarga, ragam

Menjadi Orang Tua Yang Baik (6 – habis)

Modeling (teladan)

Dalam hal ini bukan berarti kita menjadi model yang berfoto atau berjalan di catwalk, tetapi modeling yang dimaksud di sini kita sebagai orangtua menjadi  model untuk anak kita dengan selalu bersikap konsisten menjadi contoh yang positive untuk anak kita. Puncak pencapaian menjadi model (teladan) buat anak jika anak berkata “jika saya dewasa nanti saya mau menjadi seperti ayah”, oh so sweeet, tetapi ini  juga berarti sebuah tanggung jawab yang besar.

Teladan  bagi anak bisa datang dengan  berbagai bentuk dan rupa, bisa datang dari negara mana saja. Beberapa anak melihat aktris atau penyanyi  atau atlet sebagai teladan, ada juga yang menganggap orang tua mereka sendiri sebagai teladan.

 Kebanyakan cara  orang tua mendidik anak merupakan  reaksi terhadap masa kecil orang tua tersebut sebagai contoh sering kita berpikir aku tidak mau membesarkan anak ku sebagaimana orang tuaku membesarkan aku atau sering kita berpikir jika itu baik buat ku pasti baik juga buat anakku. Ingat di tulisan yang lalu bahwa bereaksi tidak menghasilkan output yang kita inginkan , Untuk kebaikan anak kita maka kita harus fokus kepada kehidupan mereka sekarang bukan kehidupan kita sewaktu kita kecil. 

Apakah kita harus menjadi orang tua  yang sempurna sehingga menjadi teladan yang sempurna untuk anak kita ? tentu saja tidak karena tidak ada seorang pun yang sempurna tapi kita harus mencari teladan seperti apa yang kita berikan kepada anak kita. Karena anak belajar sama banyaknya dari perbuatan dan perkataan kita. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under keluarga