Category Archives: Agama

semua mengenai agama

Gambaran Surga Menurut Taliban

Dalam edisi talibanistan di National Geographic , di sebuah rumah yang merupakan markas tempat para suicide bomber dilatih terdapat mural di dinding yang menggambarkan surga yang akan mereka dapat seketika mereka menekan tombol pemicu bom.

Berikut gambar-gambarnya.. notice that

1. Kaum taliban melarang penggambaran mahluk hidup secara lengkap oleh karena itu gambar wajah dari penghuni “surga” dikaburkan

2. Tulisan berbahasa arab itu menurut narasi ditulis dengan darah manusia asli.

untuk gambar lainnya silakan lihat langsung di http://apolyton.net/showthread.php/189824-Taliban-pictures-of-heaven

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Agama

Berjuang Untuk Berserah

Hari Kamis kemarin saya berhasil melengkapi koleksi buku karya DR Jeffrey Lang saya dengan buku Struggling To Surrender. Saya sangat menikmati karya-karya DR Lang ini karena begitu detailnya pembahasan-pembahasan tentang pertanyaan  masalah Islam yang sering muncul di benak (maksud saya pertanyaan teologis bukan pertanyaan teknis pelaksanaan ibadah). Buku ini merupakan cetak ulang karena setelah beberapa saat buku ini habis di pasaran.

Buku struggling to surrender adalah buku pertama yang ditulis oleh Oleh DR Lang,seperti bukunya yang lain  (Bahkan Malaikat bertanya, Aku Beriman Maka aku Bertanya, Aku Menggugat Maka Aku Kian Beriman) buku ini ditulis dengan baik dan sistematis bukan sekedar testimoni bagaimana seorang mualaf pindah ke Islam tapi lebih dari itu buku ini berani membahas isu-isu kontroversial seperti hak wanita dalam islam, Segregasi wanita dan masalah  Hadist.

Seperti bukunya karyanya yang lain, buku ini sulit dicerna kita harus bolak-balik antar halaman untuk memahami maksud penulis, karena bukan berisi dogma ” How to ” tapi merupakan penelitian kritis karena benturan yang penulis rasakan antara islam konseptual dengan Islam Aktual.

Saya sebagai orang yang terlahir Islam tercengang dengan begitu intensnya seorang mualaf belajar agama Islam, menggali berbagai sumber untuk mendapatkan ilmu tentang keIslaman yang berbeda dengan kita yang menyandarkan nasib kita kepada ustad atau kyai atau syekh. DR Lang memperingatkan jika kita kita menyandarkan keberagamaan kita pada ulama-ulama terdahulu dan menganggap putusan-putusan mereka adalah final adalah sama saja dengan umat ” yang menjadikan rabi-rabi dan pendeta-pendeta mereka sebagai Tuhan”

Bagi mualaf yang baru saja berpindah agama dan bagi orang yang berpikiran terbuka terhadap pendapat orang lain tanpa meng-ahli bid’ahkan, meng Khawarijkan me-murjiah, men-syiahkankan, meng_JIL kan  orang lain  buku seri DR lang layak di baca. Juga bagi orang  tua yang anaknya disekolahkan di lembaga yang mengajarkan cara berpkikir kritis dan sistematis yang mungkin suatu hari akan mendapat pertanyaan-pertanyaan kritis tentang agama dari mereka buku ini patut dibaca.

Buku ini juga layak dibaca karena saya pikir apa yang terjadi dengan generasi kedua Islam imigran di Amerika sebagaimana ditulis oleh DR Lang akan terjadi juga di Indonesia di mana informasi tentang Islam  tanpa bisa kita cegah tidak berasal dari satu sumber saja seperti kita dulu  tapi dari berbagai sumber dan serangan  budaya pop ala barat yang makin mendominasi. 

Kita harus bisa mendidik anak kita untuk bertahan di dalam islam mengajari mereka untuk berjuang  dengan usahanya sendiri untuk mengetahui bagaimana agungnya agama ini dan akhirnya berserah kepada-Nya.

2 Komentar

Filed under Agama

Makin Miskin Makin Soleh

Sebuah lembaga survey ternama dari Amerika Serikat Gallup merilis sebuah hasil survey ke 143 negara yang menunjukkan bahwa negara dengan penghasilan rata-rata penduduknya $2000 pertahun atau lebih sedikit,  92% penduduknya mengatakan bahwa agama adalah bagian penting dari kehidupan mereka, kebalikan dari hasil itu survey di negara kaya dengan penduduk berpenghasilan rata-rata  di atas $25,000  pertahun angka tersebut turun ke 44%.

Mengapa kesadaran beragama sebuah masyarakat berhubungan dengan tingkat kesejahteraannya ? sosiologis di abad ke 19 mengatakan semakin modern masyarakat (ditandai dengan tingkat pendidikan dan standar kehidupan yang meningkat ) maka masyarakat tersebut akan akan semakin menjauh dari agama.

Di hasil survei itu juga dikatakan meskipun miskin, masyarakat di negara yang lebih “beragama” lebih menikmati hari-harinya dan sedikit merasa sedih, khawatir , depresi dan marah dibanding dengan teman-teman mereka di negara yang lebih sejahtera namun kurang beragama.

Berarti keadaan Indonesia sekarang sangat tepat  untuk masyarakat yang beragama saja, biar susah tapi happy….

Survei dilaksanakan di negara -negara berikut:  Afghanistan, Bangladesh, Benin, Burkina Faso, Burundi, the Central African Republic, Chad, the Democratic Republic of the Congo, Ethiopia, Ghana, Guinea, Haiti, Kenya, Kosovo, Liberia, Madagascar, Malawi, Mali, Mauritania, Mozambique, Burma (Myanmar), Nepal, Niger, Rwanda, Senegal, Sierra Leone, Tajikistan, Tanzania, Togo, Uganda, Zambia, and Zimbabwe.Australia, Austria, Belgium, Canada, Cyprus, the Czech Republic, Denmark, Finland, France, Germany, Greece, Hong Kong, Ireland, Israel, Italy, Japan, Kuwait, the Netherlands, New Zealand, Norway, Singapore, Slovenia, South Korea, Spain, Sweden, Switzerland, Taiwan, Trinidad and Tobago, the United Arab Emirates, the United Kingdom, and the United States.

Sumber : http://www.gallup.com/poll/116449/Religion-Provides-Emotional-Boost-World-Poor

3 Komentar

Filed under Agama, ragam

Oleander, Bunga Mentega yang Beracun – Tumbuhan dari Neraka?


Ketika diberitakan tentang tumbuhan beracun di kota Bandung, saya meng-google dan akhirnya ketemu artikel yang lengkap membahas di Harian Umum Pikiran rakyat edisi 5/2/2009. Saya sangat terkejut ketika mengetahui betapa beracunnya tumbuhan itu dan kebetulan di sekitar rumah saya juga ditanam tumbuhan tersebut.

Hal yang menarik lainnya, di artikel tersebut disebutkan bahwa oliander di daerah arab atau turki disebut zaqqum , sound familiar ?? yup betul itu ternyata dicantum kan di Al-Quran surat 37:62-63 bunyinya

62. Makanan surga) itukah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum
63. Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim

Tumbuhan ini disebut lagi  beberapa kali di ayat yang lain di surat 17:60,37:5, 67:6, 44:43,56:52.
Saya tidak tahu apakah setelah turun ayat ini orang arab menamakan oleander sebagai zaqqum atau memang dari dulunya sudah bernama Zaqqum, mungkin pembaca yanglebih ahli bisa menjawab, namun ini memberi tanda kepada kita bahwa tumbuhan ini memang berbahaya , berikut artikel lengkapnya

Oleander, Bunga Mentega yang Beracun
BERITA di media massa mengenai tanaman hias di Kota Bandung mengandung racun yang berbahaya rupanya berdampak besar. Sebagian warga Bandung dibuat terhenyak, mereka seolah baru menyadari selama ini hidup di tengah lingkungan yang dipenuhi oleh tanaman beracun. Tak jarang juga warga dilanda rasa takut dan panik. Kepanikan itu kemudian mendorong tindakan “tak berperiketanaman”, membabat habis beberapa jenis tanaman yang sudah puluhan tahun nyaman sebagai penghias kota atau rumah. Oleander pun menjadi korban paling mengenaskan dari aksi eliminasi tersebut.
Baca lebih lanjut

20 Komentar

Filed under Agama, ragam

Bertanya ?

Pernahkah anda mengikuti pengajian dan pertanyaan yang sama ditanyakan  oleh audience kepada ustadnya, lagi,lagi, lagi, lagi berkali-kali seperti energizer bunny, saya sudah merasakan fenomena ini sejak mengikuti pengajian setiap hari Kamis yang ada di perumahan kami.

Setelah beberapa lama mengikuti pengajian (dan dengan jemaah yang relatif tetap ) saya menyimpulkan bahwa ada beberapa jenis penanya ;

1. Orang yang memang tidak tahu, (ini OK lah biasanya orang yang tidak secara rutin datang jadi tidak tahu pertanyaan yang sama pernah ditanyakan di forum)
2. Orang yang bertanya untuk mendapatkan pembenaran  tentang apa yang selama ini dia jalankan dengan begitu di forum diskusi lain tanpa  kehadiran seorang Ustad dia merasa benar. Pertanyaan model ini juga yang membuat pengajian berjalan di tempat. Sebenarnya jika jawaban ustad berbeda dengan jawaban yang dia harapkan saya jamin 100% dia tidak akan melaksanakan berbeda dengan rutinitas dia selama ini. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama

Kutipan : Pencuri Di Jalan Tuhan

DJalaludin Rahmat

Sects and Errors are synonymous. If you are a peripatetic and I am a Platonist, then we are both wrong, for you combat Plato only because his llusions offend you, and I dislike Aristotle only because it seems to me that he doesn’t know what he’s talking about”.

Voltaire, Philosophical Dictionary

“Aku tidak bisa melepaskan diri dari bayangan guruku. Ia masuk dalam mimpi-mimpiku. Pada suatu malam aku pernah terbangun. Aku duduk dalam lingkaran. Di situ ada guruku, Nabi Muhammad, Tuhan, dan Yesus. Guruku menyebutku Hafshah, salah seorang istri Nabi Muhammad. Aku pernah melihat Nabi Muhammad datang kepadaku; memanggilku dengan mesra. Pendeknya, kemudian terjadilah pergaulan suami-istri antara Hafshah dan Nabi Muhammad. Beberapa saat setelah itu, aku baru sadar bahwa Hafshah itu aku dan Nabi Muhammad itu adalah guruku itu,” Helen, bukan nama sebenarnya, mengadukan nasibnya kepadaku.

Helen sarjana dan profesional. Ia cerdas dan kaya. Ketika ia mulai tertarik pada hal-hal spiritual, kawannya membawanya ke pengajian tasawuf. Ia
diperkenalkan kepada seorang ustad. Bukan ustad terkenal. Tampaknya ustad itu tidak mengisi pengajian umum. Ia memusatkan pengajarannya pada komunitas khusus dengan tema khusus. Di seluruh alam semesta, hanya dia yang mempunyai pengetahuan khusus, ilmu makrifat. Ia mau berbagi ilmu makrifat itu hanya kepada manusia-manusia pilihan yang ingin berjumpa dengan Tuhan. Dengan mengamalkan ritus-ritus tertentu-berzikir, berpuasa, dan bersemadi-Helen berhasil melihat Tuhan. Berkali-kali sesudah itu, ia mengalami “trans”. Ia bukan hanya berjumpa dengan Tuhan. Ia juga dapat berkencan dengan para nabi.

Makin “dalam” pengalaman rohaniahnya, makin bergantung dia kepada sang ustad. Helen yang cerdas kehilangan daya kritisnya ketika ia mendengar
kalimat-kalimat gurunya. Ia berikan apa pun yang dimintanya, mulai waktu, uang, kendaraan, rumah, sampai kehormatannya. Ia sudah menjadi sujet di hadapan juru hipnotis. Semua dilakukannya di bawah sadar, sampai ia disentakkan oleh salah satu kuliah psikologi. Sebuah buku dengan judul
Saints and Madmen menyadarkan dia bahwa gurunya dan juga dia bukan orang suci, tapi orang gila. Ia bukan mengalami pengalaman rohaniah, tapi gangguan mental. Sayangnya, kesadaran itu muncul setelah ia kehilangan banyak. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, ragam

Kutipan : Penjara sebagai Pertolongan Terendah

Emha Ainun Nadjib

Lia Aminudin akan masuk bui lagi. Saya bersangka baik ia tidak berniat jahat dengan
“Jibril, Ruhul Kudus, Kerajaan Sorga, Imam Mahdi”-nya. Mungkin ia orang
yang khilaf, tetapi tidak memiliki alat di dalam dirinya untuk memahami
kekhilafannya.

Namun, software untuk memahami kekhilafannya itu juga mungkin tidak terdapat di luar dirinya: pada sistem nilai masyarakat dan hukum negaranya. Kita terkurung dalam kelemahan kolektif
yang membuat kita bersikap over-defensif, amat mudah merasa terancam,
bahkan ”sekadar” oleh Lia Aminudin dengan beberapa puluh pengikutnya.

Kita tidak terbiasa dengan demokrasi ilmu, pencakrawalaan wacana,
ketangguhan mental sosial. Tak ada kematangan filosofi hukum,
kedewasaan budaya, dan kedalaman nurani keagamaan, untuk sanggup
meletakkan Lia beserta pengikutnya sebagai sesama hamba Allah yang
perlu saling menemani.

Apa pun nama dan formulanya: partner dialog, dinamika ijtihad (jihad intelektual) maupun mujahadah (jihad spiritual) di tengah hamparan ilmu Allah yang amat sangat luas. Mungkin
seseorang bisa bertanya kepadanya, ”Yang Ibu merasa jengkel sehingga
ingin menghapuskan itu agama ataukah institusi agama?”

Ilmu dan peradaban diperluas oleh informasi dari agama dan pasal-pasal hukum
adalah jalan terakhir dan terendah kualitasnya. Penjara adalah metode
yang paling tidak bermutu untuk mencintai dan menemani masalah sesama
manusia.

10-8-2 dan kontra-hidayah

Sekitar 15 tahun silam, Lia menemui saya. Ia sedang sibuk berdagang bunga
kering. Ia merasa mendapat anugerah dari Allah, diizinkan bisa
menyembuhkan banyak orang dari berbagai macam penyakit.

Baca lebih lanjut

4 Komentar

Filed under Agama, ragam