Kekerasan Di Lapangan , Layakkah dihukum Secara kriminal

Meninggalnya pemain PKT Jumadi Abdi setelah ” berbenturan” di lapangan ketika bertanding melawan Persela Lamongan  meninggalkan pertanyaan buat kita apakah selayaknya  kekerasan yang sengaja dilakukan di bidang olahraga bisa dibawa ke ranah kriminal dengan tujuan memberi efek jera agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Hukuman yang diberikan PSSI kepada Deny Tarkas (Persela Lamongan) sementara ini hanya kartu kuning, dengan saksi penonton sedemikan banyak dan hasil analisa dokter cukuplah bukti bahwa kekerasan yang di alami almarhum Jumadi sangat berlebihan.

Polisi biasanya tidak bisa membawa perkara ini ke ranah kriminal karena biasanya terhalang oleh aturan bahwa di dalam sebuah pertandingan apapun  yang terjadi dilapangan  pertandingan hanya wasit yang boleh  memutuskan dan hanya PSSI yang bisa memberi hukuman, ingat kasus Polisi masuk ke lapangan di solo dan memperkarakan pemain yang berkelahi akhirnya dibebaskan.

Jika kita ingat kasus Roy Keane (MU) yang mencederai All Inge Haaland (Man City) sehingga sampai patah kakinya, Roy Keane hanya dihukum 4 pertandingan plus kartu merah, tapi belakangan di Otobiografinya Roy Keane mengaku sengaja mencederai Alf Inge, Keane  beruntung karena otoritas hukum Inggris menganggap penyelesaian telah dilakukan oleh organisasi FA, padahal pengakuan itu bisa dipakai sebagai bukti kasus  kriminal.

Pemain footbal Australia bisa menuntut  klub lawannya setelah dia menderita cedera leher dan bahu yang parah akibat dikasari oleh musuhnya. Pengadilan di Australia membolehkan tuntutan hukum karena adanya pengakuan dari pemain yang mengasari dalam sebuah dengar pendapat dengan komisi disiplin.

Mungkin  sudah saatnya pemain bisa menuntut kepada organisasi (PSSI) karena tidak cukup melindungi seorang pemain atau klub yang pemainnya sengaja mencederai dengan tuntutan kompensasi sejumlah uang karena dengan mencederai seorang pemain sama saja dengan memecahkan periuk nasinya atau seperti merusakkan tempat usaha seseorang. Menyerang seseorang tanpa alasan hukum yang jelas adalah perbuatan kriminal terlepas dari di mana penyerangan itu dilakukan  apakah di  jalan, di rumah atau di lapangan sepakbola.

Jadi komisi disiplin segeralah bertindak untuk mengusut kasus ini , apakah ada unsur kesengajaan atau tidak, dan buat PSSI dan klub berikanlah perlindungan maksimal kepada pemain sepak bola dengan peraturan disiplin yang ketat dan asuransi yang memadai, kita tidak mau ada korban lagi setelah Alm Jumadi.

berikut link video “Benturan” Jumadi Abdi dengan Deny Tarkas

http://www.youtube.com/watch?v=tvsvIoo0Gu4

5 Komentar

Filed under sport

5 responses to “Kekerasan Di Lapangan , Layakkah dihukum Secara kriminal

  1. Kalo menurut saya sih, coba dipanggil dulu itu si Deny Tarkas. Diperiksa dulu, diinterogasi, apa dia melakukan hal itu dengan sengaja.
    Tapi, menurut saya, meskipun itu dilakukan ga sengaja, harusnya dihukum yang berat banget. SKors setahun misalnya…

  2. Dari video itu sendiri kelihatan kaki kanan denny tarkas menerjang dengan keras kearah perut. Harus dihukum dengan tegas kekerasan seperti ini.

  3. setuju , bola dalam penguasaan deny alm jumadi berlari mengejar dan kakinya deny sudah “masang” duluan .. bukan situasi duel berebut bola

  4. Boleh juga tuh hukuman pelarangan maen lagi di sepak bola Indonesia….

  5. Denny tarkas layak dipenjarakan saja dandilarang bermain bola seumur hidup

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s