B O H O N G

Berbohong adalah bagian tak terpisahkan dari hidup kita, dengan mudahnya kita berbohong setiap hari untuk hal yang tidak penting sekalipun. Untuk membujuk anak supaya makan, untuk mencegah anak bermain jauh-jauh dan sebagainya, tanpa disadari kita telah mencontohkan anak supaya berbohong, dan ingat anak adalah cermin kita, segala perilakunya adalah refleksi perilaku kita

Jika sudah tahu demikian mengapa kita jengkel jika anak kita berbohong? untuk memperbaiki itu marilah kita hentikan kebiasaan kita berbohong. Jika anak kita terlanjur suka berbohong berikut ini beberapa hal tentang bohong yang perlu kita ketahui.

Anak kecil berbohong untuk alasan yang berbeda, dan itu adalah bagian dari perkembangan,hampir semua anak berbohong. Kelakuan ini suatu saat akan terasa menjengkelkan bagi orang tua. Banyak orang tua bertanya-tanya  bagaimana cara menangani anak yang suka berbohong, yang perlu kita ketahui adalah bohong harus diatasi dengan cara yang berbeda tergantung dari usia anak dan situasi yang terjadi. Di bawah ini beberapa keterangan yang bisa menolong kita menentukan apakah suatu kebohongan harus dihukum atau tidak.
Usia Pra-Sekolah, anak seusia ini sudah mengenal kebohongan, tapi mereka belum mengetahui bahwa bohong itu salah dan tidak baik , jadi jika di usia ini anak berbohong tidak selayaknya dihukum. Anak pra sekolah biasanya berbohong tentang menceritakan sesuatu yang tidak nyata atau melebih-lebihkan sesuatu dan yang kedua berbohong untuk  mendapatkan yang mereka mau atau menolak sesuatu, misalnya bilang kenyang ketika makan baru satu suapan. Walaupun belum boleh dihukum tapi di usia ini lebih baik jika mulai meletakan dasar-dasar pengertian bahwa berbohong itu salah dan kita bilang sangat senang bilang anak berkata jujur

Di Usia awal sekolah 5 – 8 Tahun
, anak di usia ini sudah mengerti konsep bahwa berbohong itu salah , di usia ini orang tua harus mendisiplinkan jika anak berbohong, berbohong di usia ini adalah hal yang biasa  dan biasanya alasannya

  • Untuk menghindari Hukuman,
  • Untuk membuat orang lain kagum
  • Untuk meningkatkan kepercayaan diri
  • Untuk  mendapatkan hal yang dia mau.
  • Untuk melindungi teman atau saudara, anak usia ini sudah tahu konsep solidaritas
  • Karena mendengar orang tua dan orang dewasa lain berbohong dan belajar dari pengalaman itu.

Bagaimana mengetahui ketika anak berbohong
Ada beberapa petunjuk yang bisa dilihat orang tua ketika anaknya berbohong, di antaranya :

  • Ekspresi wajah, ketika anak tidak berbohong , mukanya terlihat santai dan tenang, ketika berbohong wajahnya terlihat tegang dan tidak rileks.
  • Kejelasan pernyataan, orang tua harus mendengar dengan seksama apakah ada ketidakkonsistenan, apakah pernyataannya masuk akal, dan apakah terdengar jujur.
  • Spontanitas, ketika anak tidak berbohong jawaban yang diberikan spontan, ketika berbohong jawaban seperti sudah dilatih.

Apa yang bisa kita lakukan Jika anak berbohong

  • Jelaskan bahwa bercerita jujur itu membuat orang lain memberi kepercayaan kepada kita, cerita yang paling cocok ialah cerita anak penggembala kambing dan serigala (tahu kan?)
  • Beri teladan jangan bohong, seperti di catatan dahulu, anak belajar dari orang tuanya, orang tua yang berbohong kepada anaknya atau berbohong kepada orang lain di depan anaknya  artinya sedang mengajarkan anaknya berbohong.
  • Anak yang berbohong mesti diberi hukuman , dengan hukuman yang disepakati bersama seperti mencabut jatah jajan atau mengurangi waktu nonton kartun, hukuman untuk anak yang bersalah tetapi mengaku salah harus lebih ringan dari anak yang bersalah tetapi tidak mengaku unutk memberi apresiasi pada kejujurannya. Hukuman tidak boleh terlalu sering atau terlalu berat sehingga  ini ketakutan akan hukuman ini menjadi alasan baru untuk berbohong.
  • Pastikan anak tidak diberi penghargaan karena berbohong, jika anak berbohong unutuk mendapatkan sesuatu pastikan dia tidak mendapatkannya.
  • jika kita sudah tahu faktanya jangan memaksa membuat pengakuan dari anak kita bukan polisi yang memerlukan pengakuan sebagai alat nukti, karena itu akan dia berbohong semakin parah dan jangan membuat anak merasa menjadi orang yang jahat karena berbohong, cukup menjelaskan bahwa mereka di hukum karena perbuatannya bukan karena siapa dia.
  • Cari tahu kenapa mereka berbohong dan mencari penyelesaiannya , cari tahu apakah ada pola tertentu contoh jika anak berbohong untuk meningkatkan rasa percaya dirinya, kita harus mencari jalan lain untuk meningkatkan rasa percaya dirinya dengan tidak berbohong.

Kompilasi dari berbagai sumber.

1 Komentar

Filed under keluarga

One response to “B O H O N G

  1. Setuju sekali, sebisa mungkin selalu tanamkan nilai kejujuran untuk buah hati..
    Yang lebih kurang baik barangkali, tidak kita sadari orang tua membuat anak kita merasa di khianati.. misalnya : anak kita diminta oleh mertua atau neneknya untuk menginap, dengan cara kebohongan akhirnya si anak bisa lepas/ dibawa dari rumah orang tuanya (bohongnya : “ikut nenek atau tante, nanti juga mamah susul kok “)..
    Nah,yang ini efek bagi anak bukan hanya merasa dibohongin tapi dia mulai belajar bagaimana mengkhianati orang lain (karena orang tuanya membiarkan saja dia direnggut dari rumah orang tua dengan cara kebohongan)

    blog rudyartinama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s