Bencana Kemanusiaan Tidak Hanya di Palestina

Sedikit menyimpang dari arus utama , memanfaatkan gairah menolong yang sedang tinggi ingin memberitahu bahwa bencana kemanusiaan tidak hanya terjadi di Palestina tapi belahan dunia yang lain.

1. Darfur Sudan
Darfur terletak di negara Sudan , berbatasan langsung dengan Mesir di sebelah selatan, dengan ukuran luas kira-kira sebesar Perancis. Penduduk Sudan sangat beragam terdiri dari berbagai etnis. Suku Zaghwa penduduk berpindah dengan mengendarai unta , berada di bagian selatan , kaum petani suku Fur, Masalit dan Tunjur mendiami Pusat darfur. Darfur selatan di huni oleh suku penggembala sapi berbahasa arab, baqarra.

Krisis di Darfur dimulai pada Februari 2003 ketika pemberontak menyerang pemerintah Sudan .  Para pemberontak menuduh pemerintah cenderung  kepada penduduk arab dan melalaikan penduduk asli yang terdiri dari berbagai suku. Pemerintah Sudan merespon dengan mendukung /membentuk  milisi Janjawed,yang kemudian merajalela membantai penduduk,  hal ini membuat 400 ribu orang terbunuh dan dua setengah juta orang menjadi pengungsi.

Pemerintah Sudan dituduh mendukung milisi Janjawed atau Muharilin , yaitu penduduk Nomad berkuda yang membantai suku Tunjur, Masalit,Zaghawa dan  yang paling besar adalah suku Fur. Pihak pemberontak mendirikan Gerakan Keadilan dan Kesetaraan, yang kemudian menyerang Khartoum , di mana mereka mendapat perlawanan sengit daripasukan pemerintah gerakan ini kemudian menjadi beberapa faksi.

Pasukan pemberontak sangat menyengsarakan pengungsi karena sering membajak truk bantuan, membunuh petugas kemanusiaan dan menyerang Relawan-relawan.

2. Zimbabwe
Hampir tujuh juta orang, atau lebih dari separuh penduduk Zimbabwe,
menderita kekurangan pangan. Mereka sangat membutuhkan bantuan pangan
untuk bulan Februari dan Maret.

Program Pangan Dunia (WFP), Kamis
(29/1), melaporkan, kekurangan pangan itu terjadi karena krisis ekonomi
dan politik berkepanjangan di Zimbabwe. ”Total penduduk yang memerlukan
bantuan pangan untuk Februari dan Maret mencapai sekitar 7 juta orang,”
papar WFP dalam sebuah pernyataan.

Krisis di Zimbabwe memburuk
sangat cepat sehingga WFP harus memotong jatah sereal yang diberikan
kepada penduduk yang kelaparan sehingga setiap orang bisa mendapat
bagian. Biasanya setiap orang menerima 12 kilogram sereal per bulan,
tetapi kini menjadi hanya 5 kilogram sereal per bulan.

”Situasi perekonomian memburuk lebih dramatis daripada yang kami antisipasi,” kata Richard Lee, juru bicara regional WFP.

Makanan
dibagikan di semua distrik di Zimbabwe karena krisis ekonomi tidak
hanya menghantam warga kota, tetapi juga petani miskin di pedesaan.

Kantor
PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyebutkan, tingkat
pengangguran di Zimbabwe mencapai 94 persen. Dari 12 juta orang
penduduk Zimbabwe, hanya 480.000 orang atau 6 persen yang memiliki
pekerjaan.

Bahan pangan dan bahan bakar langka. Tingkat inflasi
pada Juli 2008 telah mencapai 231 juta persen. Untuk membeli barang
kecil saja, diperlukan uang hingga 100 miliar dollar Zimbabwe.

”Rekor
dunia hiperinflasi dan sistem perbankan yang kolaps mengancam upaya
kemanusiaan karena sebagian besar lembaga kemanusiaan terkena dampak
kurangnya dana segar dan ketidakmampuan mengakses mata uang asing,”
tutur OCHA.

OCHA telah merilis data itu untuk meminta bantuan sebesar 550 juta dollar AS guna menyediakan bantuan pangan.

Kekeringan
selama empat tahun berturut-turut juga memperburuk situasi di Zimbabwe.
Belum lagi wabah kolera yang menewaskan hingga 3.100 orang dan
menginfeksi 58.993 orang di seluruh Zimbabwe.

Kesepakatan
pembagian kekuasaan antara partai berkuasa dan oposisi pada September
2008 diharapkan bisa mengatasi krisis, tetapi hingga kini belum
dilaksanakan

3. Myanmar

Sekitar 100.000 etnis Chin dari Myanmar yang melarikan diri ke India
dalam 20 tahun terakhir terancam diusir dari negara itu. Kelompok Human
Rights Watch, Rabu (28/1), melaporkan, pengungsi Chin sering menjadi
sasaran kekerasan oleh komunitas lokal di Negara Bagian Mizoram, di
India timur laut.

Laporan mengenai kondisi pengungsi Chin,
minoritas Kristen di Myanmar, mencuat seiring munculnya laporan
mengenai nasib buruk sesama pengungsi Myanmar, etnis Rohingya, yang
tertangkap otoritas Thailand.

”Orang Chin hidup dari belas
kasihan penduduk setempat. Mereka tidak punya pekerjaan, rumah, dan
pendidikan memadai,” kata Amy Alexander, konsultan Human Rights Watch
(HRW).

Kebanyakan pengungsi Chin di Mizoram bekerja serabutan.
Mereka menerima upah sekitar 2 dollar AS per hari (Rp 22.000) untuk jam
kerja 10-16 jam.

”Hanya karena mereka tidak berkewarganegaraan,
terpinggirkan, dan termiskin dari kaum miskin, mereka cenderung menjadi
kambing hitam saat ada insiden di perbatasan,” kata Sara Colm, peneliti
di HRW.

Pejabat India membantah laporan HRW. ”(Laporan) itu
benar-benar salah. Tidak ada pengungsi Chin dari Myanmar di Mizoram.
Tidak ada seorang pun yang diusir,” kata JC Ramthanga, Sekretaris
Menteri Besar Mizoram.

Meskipun hubungan kesukuan antara etnis
Chin dan penduduk asli Mizoram cukup dekat, ketegangan antara keduanya
sering merebak menjadi sentimen anti-Chin. Insiden terbesar terjadi
tahun 2003 saat Asosiasi Pemuda Mizo (YMA) memaksa 10.000 orang Chin
kembali ke Myanmar.

Nah ayo siapa mau bikin demo besar-besaran pakai nomer partai, dilihat dari jumlah korban juga tidak kalah sama Palestina tapi memang  tidak ada sentimen agama yang bisa menarik simpati atau tidak melibatkan bangsa terkutuk.

2 Komentar

Filed under ragam

2 responses to “Bencana Kemanusiaan Tidak Hanya di Palestina

  1. Upik

    Ternyata, diluar masih banyak yang mengalami nasib yang jauh dari bahagia..
    Semoga kita tidak akan mengalami hal tersebut, semoga Indonesia diberikan pemimpin yang arif dan bijaksana nantinya….
    Sukses terus ya, keep posting..

  2. bener mba, kayaknya kurang bersukur deh rasanya ngeluh melulu , taunya orang lain lebih parah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s