Pelajaran Dari Acara TV Super Nanny


Setiap hari minggu di Metro TV diputar acara Super nanny dengan Nanny Jo Frost sebagai pemeran utamanya, sebelumnya acara yang ditayangkan bernama Nanny 911 dengan konsep yang kurang lebih sama tetapi pengisi acaranya bergantian antara 3 orang nanny.

Bagi yang belum pernah melihat acara ini, saya kasih tahu skemanya, ada keluarga dengan beberapa orang anak yang tidak bisa diatur meminta pertolongan kepada nanny, lalu nany melihat dari video menunjuk siapa yang tepat untuk mengatasi masalah Keluarga tersebut. Kemudian Nanny itu mengamati perilaku semua anggota keluarga seharian sambil membuat catatan dan komen. Keesokan harinya Nanny masuk memberi instruksi kepada anggota keluarga memberitahu mana yang salah dan mana yang benar. Biasanya orang tua tidak terima dengan usul nanny, tapi kemudian menurut dan berakhir dengan manis di mana sekuruh keluarga tersebut menjadi lebih tertib dan saling menghargai, pada saat itulah tugas super Nanny selesai dan  beliau pulang.

Bagi saya acara ini bagus karena

1. menawarkan alternatif tontonan bagi keluarga selain dari sinetron stripping , reality show dan acara komedi yang sudah mencapai titik jenuh.

2. Ini juga membuka mata bagi keluarga kita bahwa parenting itu  hal yang serius sehingga orang (luar negeri) itu harus meminta pertolongan jika tidak sanggup mendidik anaknya karena menyangkut masa depan anak.

3. Parenting harus dipelajari dan kita sebagai orang tua tidak akan bisa dengan sendirinya melainkan dengan latihan atau dengan kata lain untuk  menjadi orang tua yang baik harus ada buku baik yang kita baca atau saling berbagi pengalaman dengan orang yang terlatih seperti halnya Nanny Jo Frost.

4. Parenting itu penting dan bukan hal sepele,  Bayangkan selama ini ada di antara kita mempercayakan pengasuhan anak kita kepada mba atau bibik yang senangnya hanya melihat sinetron atau acara gosip atau dangdut, dengan tingkat pendidikan yang relatif rendah, apa jadinya  anak kita nanti??

Beberapa pelajaran yang bisa di petik dari acara supernanny

1. Orang tua tidur terpisah dengan anak adalah sebuah keharusan

2. Jika berbicara dengan anak kita harus merendahkan diri sehingga mata kita sejajar dengan mata anak

3. Menerapkan Batas  bagi anak berbicara kasar is unacceptable (dia memang ga pernah memakai kata don’t)  ,larangan  mengumpat memukul orang tua dll.

4. Adanya ruang hukuman  yang berupa ruang atau pojok  di suatu ruangan untuk menghukum anak yang melanggar kesepakatan bersama.

5. Anak belajar bertanggung jawab , misalnya menbereskan mainan setelah bermain.
6. Tidak memakai kekerasan dalam menghukum, tidak pernah mengancam atau berteriak. Bebicara  dengan lembut dan sopan kepada anak.

7. Belajar disiplin waktu, terutama waktu makan dan tidur

8. Ayah Ikut serta aktif dalam pengasuhan anak.

Ada beberapa hal yang juga harus kita perhatikan selain sisi positif di atas

1. Karena itu acara TV , mesti ada good guy – bad guy nya nah kadang-kadang kita melihat anak yang jadi bad guy-nya, ibu yang jadi korbannya ,nanny jadi good guy-nya, padahal kan dalam kehidupan nyata tidak sehitam putih itu , ada sisi abu-abunya,  anak itu tidak selamanya bandel ada sisi manisnya juga dan hati anak itu tidaklah kita tahu.

2. Sepertinya masalah bisa selesai dalam waktu singkat padahal di dunia nyata perlu berhari-hari bahkan berminggu-minggu untuk mengubah kebiasaan anak atau ibunya apalagi bapaknya.

3. Terlalu klise dan menggampangkan masalah  ketika ada masalah tak terpecahkan datangkan seorang pahlawan  setelah 45 menit seisi keluarga saling bertangsan  ayah dan ibu menjadi lebih saling mencintai , anak-anak tersenyum gembira dan Nany naik mobil nya mencari keluarga berantakan yang lain, seperti The A team jadinya.

Sebagai bahan diskusi saya ingin bilang bahwa jaman sudah berubah, anak-anak kita mendapat informasi tidak hanya dari kita saja, anak kita hidup di jaman penuh dengan kekerasan di media, budaya pop yang menggurita, iklan-iklan konsumerisme, gaya hidup yang makin hedonis , orang tua yang sibuk, acara tv yang beragam, game konsole dan komputer yang mencandukan. Kita bisa kembali menerapkan pola asuh lama jika kita bisa mengisolasi anak kita dari itu semua . Kalau tidak bisa kita harus mencari sendiri pola pengasuhan yang tepat untuk  anak kita dengan banyak bertanya dan membaca.

Tinggalkan komentar

Filed under keluarga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s