Awas Kecanduan Internet

Kawan, ternyata menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar monitor itu bisa membahayakan keluarga  nih ada contohnya,

Adiksi Komunikasi Alam Maya

Sawitri Supardi Sadarjoen psikolog

”Selamat siang, Bu. Saya tinggal di B, sudah berkeluarga selama delapan tahun dengan anak satu orang. Saya sedang bingung dengan kelakuan suami (36).

”Dari dulu saya tidak pernah menyetujui dia memasang internet di rumah karena takut dia akan kecanduan internet. Benar saja Bu, setiap ada kesempatan di rumah, dia pasti langsung on di internet. Dia juga jadi anggota Friendster, Persport, facebook, Date in Asia, dan lainnya yang saya tidak paham.

Di profilnya dia tidak pernah menyebut sudah menikah. Kalau tidak dikosongkan, statusnya diisi domestic partner. Kan, lucu ya, Bu?

Yang lebih menyebalkan, dalam profilnya disebut mencari teman perempuan untuk ”beraktivitas”, mencari teman kencan!!!
Gila, kan, Bu.

Baru kemarin saya iseng buka semua profilnya, saya ganti statusnya dengan ”menikah”. Entahlah dia sadar atau tidak.

Saya sampai tidak bisa tidur nyenyak, gelisah, negative thinking terus kepada suami karena begitu saya tidur pasti dia leluasa chatting.

Saya pernah menanyakan maksudnya. Suami berkata, tenang saja, biasanya yang masuk ke internet orang yang banyak bohongnya.Hal ini tidak bisa saya tolerir. Selingkuh menurut saya dimulai dari
iseng-iseng seperti begini, apalagi kalau ternyata perempuannya merespons.

Sering sekali saya cek diam-diam, banyak perempuan yang diajak kenalan, diajak ketemu dengan dalih kerja sama bisnislah. Padahal, kalau ingin kerja sama, kenapa tidak juga dengan laki-laki?

Saya sudah tidak tahan, tidak habis mengerti kenapa dia ingin coba-coba dating dengan perempan lain? Ini, menurut saya, selingkuh di dunia maya, entah bagaimana kalau terjadi di dunia nyata. Sikap dia kepada saya jaim (jaga image). Kesannya baik, jujur, padahal saya tahu banyak bohongnya. Kalau saya menemani sampai malam, internet yang dibuka yang ”lurus-lurus” saja…. Saya jadi curiga terus dan hubungan kami jadi ”hambar”.

Saya harus lakukan apa? Padahal, saya orangnya tidak mandiri, sangat tergantung kepada orang lain, tidak supel, tidak aktif walaupun secara finansial bisa mandiri. Sampai sekarang saya bekerja dan dapat membantu keuangan keluarga”. Demikian Ny T.

Analisis

Aneka mainan elektronik, relasi/komunikasi dalam dunia maya seperti melalui browsing, download, chatting, friendster, dan facebook merupakan sarana mutakhir yang melancarkan komunikasi antarorang dan antarbeberapa orang tanpa harus bertatap muka.

Memang ada orang tertentu yang terkendala dalam berkomunikasi langsung karena alasan fisik atau
psikis. Bisa saja orang tersebut tidak menerima tampilan dan kondisi fisiknya dengan jiwa besar karena merasa kurang keren atau secara psikologis terhambat dalam perkembangan sosial sehingga kurang percaya diri atau merasa rendah diri.

Jadi, bisa dipahami kehadiran berbagai fasilitas komunikasi dunia maya memudahkan orang tertentu
mengatasi kesulitan dalam berkomunikasi langsung. Padahal, berkomunikasi dengan sesama merupakan kebutuhan hakiki manusia.

Melalui dunia maya, kebutuhan relasi itu lalu terpenuhi. Apalagi tanpa rasa salah, tanpa harus menyertakan perubahan air muka, dengan mudah seseorang mengelabui kawan berelasi, tanpa pretensi atau dengan pretensi.

Kecuali itu, mainan elektronik stasioner dan on-line pun merupakan aktivitas mandiri yang mengasyikkan dan menantang demi perolehan skor tertentu. Bahkan, bagi yang adiksinya terpaku pada keinginan ”coba-coba” kencan dengan teman dari dunia maya, memang akan terbuka kemungkinan terjadi  erselingkuhan yang membahayakan keutuhan keluarga.

Jadi, yang awalnya dimaksudkan mengisi waktu luang, akhirnya menjadi kecanduan sekaligus tanpa disadari menggeser waktu pemenuhan tugas utama seperti belajar, membuat tugas, bahkan bagi
suami/istri tidak memerhatikan keluarga dan pasangan. Tidak terhitung sudah jumlah siswa mogok sekolah, mahasiswa drop out, dan pekerja melepas status kerjanya demi memuaskan adiksi terhadap mainan tersebut.

Cara mengatasi

Bagi Ny T,

1. Sebelum diketahui suami, segeralah kembalikan isian status perkawinan suami yang tercantum dalam identitas suami seperti semula karena mengganti status tanpa izin akan menjadi hal yang bisa memperburuk relasi dengan suami. Setelah itu, segeralah membuat print out, apakah di USB atau di kertas.

2. Ajaklah suami menyisihkan waktu untuk membicarakan dengan serius masalah yang membuat perasaan Ny T tidak nyaman, gelisah, sulit tidur nyenyak, dan kekhawatiran terjadinya perselingkuhan kepada suami dengan menyertakan data print out tersebut. Nyatakan perselingkuhan sering berkembang dari kegiatan iseng-iseng, mengajak kencan, ketemu dengan lawan jenis karena alasan apa pun.

3.
Nyatakan pula dengan lugas, Anda sangat mencintai dan bergantung secara emosional kepada suami dan tidak menginginkan terjadi sesuatu yang buruk di antara Anda dan suami.

Bagi suami Ny T dan para pembaca yang merasa sudah kecanduan internet eksesif, perilaku yang didasari
adiksi sampai membuat keterpakuan eksesif terhadap jenis kegiatan tertentu jelas merupakan ekses keberadaan alat komunikasi dunia maya.Pikiran dan konsentrasi orang adiktif seolah didominasi kecenderungan selalu melakukan kegiatan itu. Tanpa sadar waktu habis, tetapi tidak
produktif. Kondisi adiktif jenis ini efek psikologisnya tidak berbeda dari adiksi obat-obatan terlarang dan alkohol, yaitu merusak diri dan relasi dengan orang-orang yang signifikan dalam kehidupan kita.

Dari Kompas Cetak 28/12/08

Tinggalkan komentar

Filed under keluarga, ragam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s