Menjadi Orang Tua Yang Baik (6 – habis)

Modeling (teladan)

Dalam hal ini bukan berarti kita menjadi model yang berfoto atau berjalan di catwalk, tetapi modeling yang dimaksud di sini kita sebagai orangtua menjadi  model untuk anak kita dengan selalu bersikap konsisten menjadi contoh yang positive untuk anak kita. Puncak pencapaian menjadi model (teladan) buat anak jika anak berkata “jika saya dewasa nanti saya mau menjadi seperti ayah”, oh so sweeet, tetapi ini  juga berarti sebuah tanggung jawab yang besar.

Teladan  bagi anak bisa datang dengan  berbagai bentuk dan rupa, bisa datang dari negara mana saja. Beberapa anak melihat aktris atau penyanyi  atau atlet sebagai teladan, ada juga yang menganggap orang tua mereka sendiri sebagai teladan.

 Kebanyakan cara  orang tua mendidik anak merupakan  reaksi terhadap masa kecil orang tua tersebut sebagai contoh sering kita berpikir aku tidak mau membesarkan anak ku sebagaimana orang tuaku membesarkan aku atau sering kita berpikir jika itu baik buat ku pasti baik juga buat anakku. Ingat di tulisan yang lalu bahwa bereaksi tidak menghasilkan output yang kita inginkan , Untuk kebaikan anak kita maka kita harus fokus kepada kehidupan mereka sekarang bukan kehidupan kita sewaktu kita kecil. 

Apakah kita harus menjadi orang tua  yang sempurna sehingga menjadi teladan yang sempurna untuk anak kita ? tentu saja tidak karena tidak ada seorang pun yang sempurna tapi kita harus mencari teladan seperti apa yang kita berikan kepada anak kita. Karena anak belajar sama banyaknya dari perbuatan dan perkataan kita.Jika anda ingin menjadi teladan , mungkin beberapa hal di bawah ini bisa membantu

1. Berlaku konsisten berbuat selayaknya berbicara. Anak ingin bersikap seperti teladan mereka, tidak hanya berbicara seperti teladan mereka. Anak-anak belajar sama banyaknya dari perbuatan kita seperti halnya dari perkataan kita, jika anda ingin anak anda memberitahukan tujuan kemana dia pergi, anda pun harus memberi tahu anak anda ketika anda akan pergi. Jika anda tidak ingin anak anda berteriak kepada anda maka jangnalah anda berteriak kepadanya. Dengan  sikap konsisten ini anda menolong anak anda membentuk pola hubungan antara sikap dan perkataan.

2. Sikap menghargai (respect) , sikap menghargai ini  adalah salah satu konsep yang penting dalam kehidupan. Karena sulit diterangkan dengan kata-kata kita bisa mencontohkan dengan perbuatan, Sebagai contoh ketika anak anda memilih baju yang sangat tidak matching antara bawahan dengan atasan , kita bisa  bilang jika   saya tidak akan memilih baju itu tapi saya menghargai pilihan kamu

3. Anak seperti halnya orang dewasa, kebingungan jika harus berurusan dengan emosi , sebagai contoh jika anda mengalami  hari yang buruk di tempat kerja  lalu pulang ke rumah dengan tampang kusut, kesalahan sedikit saja akan memicu amarah anda, ini tidak ada hubungannya dengan anak anda tapi anak anda menganggap anda sedang marah pada dia. Jika anda merasa bersikap berbeda dengan biasanya, jelaskan kepada anak anda  bahwa bukan mereka penyebabnya. Kadang dengan menjelaskan ini anak anda malah bisa mengubah mood anda, anda bisa mencegah sakit hati dan kebingungan anak anda anda dengan berterus terang  tentang emosi anda.

4. Pertengkaran dan perbedaan pendapat adalah normal dalam suatu hubungan, namun  anak belum berpengalaman dalam hubungan,  mereka menganggap jika kita berteriak kepada mereka artinya kita tidak lagi mencintai mereka. Meskipun anda berpikir emosi anak anda stabil tapi kita tidak bisa mengangap remeh masalah ini karena bila dibiarkan maka dia akan terus menganggap tidak dikasihi bila ada perbedaan pendapat. Perhatikan perubahan emosi anak dan latih  mereka cara menanggapi emosi.

5. Anak adalah cermin dari kita , jika kita ingin anak kita tidak menggunakan kata-kata kasar maka kita jangan berkata kasar di depan mereka , jika kita ingin anak kita berangkat tepat waktu ke sekolah, kita pun harus tepat waktu saat berangkat kerja tepat waktu. Perlu waktu untuk  merubah cara kita bersikap tapi pada akhirnya kita dan anak kita bisa mendapat manfaatnya. Anak kita sangat memperhatikan kita, dia dapat merasakan perasaan kita tentang sesuatu meskipun ucapan kita berbeda dengan apa yang di hati kita. Jadi luapan emosi dari anak kita bukan lah sesuatu yang datang tiba-tiba tanpa alasan , itu adalah cara anak kita memberitahu apa yang kita sedang rasakan.

Posting terkait : menjadi orangtua yang baik 5, menjadi orang tua yang baik 4, menjadi orang tua yang baik 3, menjadi orang tua yang baik 2, menjadi orang tua yang baik.

Tinggalkan komentar

Filed under keluarga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s