Singapura Menang Karena Naturalisasi

Sudah kali ke 4 kita kalah oleh legiun asing pasukan Singapura, gondok ?? ya iya lah masa ya iya dong, mentang-mentang banyak duit mereka malas melakukan pembinaan melalui kompetisi yang ketat dan berjenjang seperti halnya Indonesia alih-alih malah mencari pemain jadi dan di Naturalisasi. Tetapi tidak ada peraturan yang melarang tentang naturalisasi dengan pembatasan jumlah pemain yang di naturalisasi seperti halnya pemain asing  di sebuah klub jadi kita harus menerima itu.

Ada beberapa peraturan yang dirilis oleh FIFA tentang naturalisasi ini dan menjadi pedoman bagi negara yang akan melaukan proses naturalisasi pemainnya. Pemain harus mempunyai ikatan dengan negara baru yang diresmikan oleh pengadilan internasional , misalnya seperti Owen Hargreaves yang lahir dan besar di Kanada tetapi karena keluarganya turunan Inggris maka dia boleh membela Inggris, jadi pemain yang sama sekali tidak punya ikatan dengan negara barunya maka dia tidak boleh membela negara itu, contohnya pemain Brasil yang bermain di Qatar dilarang membela negara barunya karena sama sekali tidak ada ikatan dengan Qatar melainkan tempat mencari nafkah saja.

Peraturan selanjutnya adalah seorang yang pernah mewakili negara (asalnya) dalam sebuah turanmen resmi, akan dilarang bermain untuk  negara lain, meskipun  negara itu memiliki kebijaksanaan dua kewarga negaraan (contoh negara yang boleh memiliki dua kewarganegaraan adalah Italia yang membolehkan warga argentina) .  Ada juga peraturan masa tenggang, seorang pemain yang baru berpindah kewarga negaraan harus menunggu misalnya dalam  2 tahun sebelum boleh memperkuat negara barunya itu.

Naturalisasi ini hal biasa dan mungkin akan terus meningkat  di tahun-tahun mendatang tidak hanya dalam sepakbola saja, tapi juga di olahraga lain, mis bului tangkis sudah beberapa atlit indonesia yang menjadi warga negara lain. Adalah kita yang harus meningkatkan permainan dan kompetisi dan kualitas timnas kita sendiri bukan terus-terusan gondok dengan Naturalisasinya Singapura atau kalau perlu kita juga melakukan naturalisasi pemain seperti halnya Singapura toh tidak  dilarang kan .

9 Komentar

Filed under sport

9 responses to “Singapura Menang Karena Naturalisasi

  1. masa sih dari 200 juta kagak ada 22 pemain yang bener-bener jago….coba dicari tiap propinsi satu pasti bisa

  2. Budhi

    Ass.Wr.Wb.
    Ini dari cerita seorang teman (Insya Allah dapat dipercaya) disenarai ada permainan guna masuk kedalam sekolah khusus olahraga, seperti Ragunan dsb. Seterusnya adalah masih percayanya sebagian pemain, official dan pengurus kepada hal2 klenik. Dan yang ketiga, program pelatihan dan pengembangan kita out of date.
    Kemarin setelah indonesia kalah, saya langsung tulis diblog mengenai Indonesia Dibantai.
    Mampir nggih http://guawijaya.wordpress.com

  3. slm kenal, baca juga artikel menarik ttg AFF Cup 2008 di ONGISNADE.NET
    http://www.ongisnade.net

  4. bukan karena NATURALISASI pemain SINGAPURA, tapi kurangnya :

    1. Ketenangan penyelesaian akhir
    2. Kurang memahami bahwa pemain SINGAPURA itu tinggi-tinggi
    3. Variasi serangan hanya bertumpu pada ARIF SUYONO
    4. Tidak memaksimalkan sayap kanan dan sektor tengah
    5. Kurangnya atau tidak adanya ROTASI PEMAIN

    Maaf, bukan mencela, tetapi KRITIKAN dan ditujukan pada semua yang membela TIMNAS

  5. rizalolo

    indonesia kenapa tidak menaturalisasi saja pemain asing dari afrika

  6. @ Omiyan kalo gitu harusnya china dong juara penduduknya kan 1 milyar, sabar aja jika kompetisinya ajeg dan konsisten nanti juga ada hasilnya

    @ winger wah soal strategi kurang paham nih saya , tengkyu pencerahannya tapi saya masih inget sama pelatih Polosin bermain sederhana dengan fisik yang prima hasilnya bisa juara

    @ rizalolo Singapura juga dari 2004 sudah menaturalisasi tapi hasilnya cuma juara piala AFF (tiger) di level yang lebih tinggi sama saja tidak berdaya..
    sebenarnya yang cocok pemain amerika latin yang sudah beristri orang Indonesia kaya Crhristian Gonzalez, tapi ga begitu jauh kualitasnya dengan pemain lokal dan usia pakainya paling tinggal 3 tahun.. eman uangnya
    naturalisasi mengkhianati jenjang pembinaan dan cocok untuk negara yang pengen hasil serba instant kaya Singapura

  7. dewi

    mau naturalisasi kek mau pa kek yang jelas timnas singapura lbh unggul dri timnas indonesia
    yang jls singpura maenya kompak gak kya indonesia,,,
    bknya dewi gak dkung indonesia,,,,
    yah mdh2an bisa jd msukan jg wat timnas indonesia.

  8. Joan

    jelas singapore dan thailand masi 1 kelas di atas timnas indonesia..waktu lawan singapore, jelas kita kalah segala2nya mulai dari visi bermain, taktik, postur, dan lainya. singapore sah-sah saja menaturalisasi pemain asing. kalau memang tim indonesia kuat, melawan timnas singapore yg meski diperkuat 11 pemain asing pun pastinya bisa kita kalahkan. “PSSI-nya” singapore menaturalisasi pemain jg tidk hanya karena mereka memiliki kekuatan finansial yang besar tp jg karena mereka berfikir lebih pintar dan lebih commit untuk memajukan persepakbolaan mereka daripada pengurus sepakbola Indonesia. mereka menaturalisasi pemain yg memang memiliki skill dan masih potential. kalau kita lihat bagaimana fillipina juga menturalisasi pemain tapi tetap saja mereka masih terpuruk.

  9. Riza

    200 jt lebih pnddk Indonesia, SSB menjamur didaerah, pembinaan tanpa klub dan kompetisi hasilnya NOL besar, kompetisi usia dini bila perlu 5 atau 6 thn pun ada jenjang kompetisi untuk olahraga.. pembinaan harus melalui proses panjang mau tidak mau, pemerintah daerah pun harus mendukungnya jgn hanya ketika adanya event olahraga saja pemda terlibat.. bila perlu kurikulumkan prestasi olahraga disekolah jgn hanya menjadi tambahan nilai raport siswa..bila waktunya tiba kejayaan Indonesia akan terwujud..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s