Mencegah Kekerasan Seksual terhadap Anak

Geram rasanya membaca berita guru cabul yang melakukan kekerasan seksual didepan seluruh kelas terhadap dua muridnya , saya cuma bisa merinding sambil melirik ke dua anak perempuan saya  kok bisa orang seperti itu menjadi guru atau diloloskan jadi guru, belum jelas apakah si cabul ini guru honorer atau pegawai negeri tetap yang jelas alangkah bahayanya orang seperti ini ada dalam sistem pendidikan.

Kekerasan seksual kepada anak bisa berupa kontak maupun non kontak, yang termasuk kekerasan seksual dengan kontak di antaranya pemerkosaan, sodomi, memegang alat kelamin, menyuruh anak menyentuh alat kelamin,atau memasukkan bagian tubuh atau benda ke alat kelamin atau dubur  atau non kontak  berupa
mempertontonkan materi seksual kepada anak, memperlihatkan alat kelamin kepada anak, menyuruh anak berbuat seksual dengan anak lain, memfoto anak dengan pose porno, mengintip anak mandi atau berganti pakaian.

Janganlah  beranggapan hal ini akan dilakukan oleh orang yang tidak kita kenal,   karena kekerasan seksual lebih sering dilakukan oleh orang yang dikenal oleh korban sebanyak 93% dari kasus, oleh anggota keluarga 34% dari kasus dan 59%  dari kasus oleh orang yang dipercaya oleh keluarga korban.

Tips untuk melindungi anak dari kekerasan seksual
1. Biasanya si pencabul akan berusaha meraih kepercayaan dari korban dan keluarganya, dengan ini dia akan mendapat kesempatan untuk hanya berdua dengan korban yang diincarnya, jadi hati hati dengan orang berbaik hati memberikan materi berupa uang atau mainan atau makanan.
2. Lebih dari 80% kasus kekerasan seksual terjadi disaat korban hanya berduaan dengan si pelaku, jadi sebisa mungkin jangan meninggalkan anak bersama dengan orang dewasa sendirian.
3. Komunikasi yang jujur dan terbuka, bicarakan tentang kegiatan anak sehari-hari , tunjukkan minat kita jika dia bercerita, mendorong anak untuk selalu  mengungkapkan perasaannya setiap saat.
4. Mengajari anak tentang bagian tubuh yang terlarang untuk disentuh atau diperlihatkan
5. Tekan kan bahwa Tidak ada satu orang pun boleh menyentuh bagian tubuh itu, walau pun orang itu dia kenal jangan mau dipeluk, dikelitik atau dicium oleh orang dewasa.
6. Jelaskan bahwa tugas kita adalah melndungi mereka dan kita bisa melakukan itu jika mereka mau bercerita jika sesuatu telah terjadi pada mereka, orang yang melakukan pencabulan biasanya mengancam akan melukai orang tua anak , atau mereka mengancam orang tua tidak akan percaya cerita mereka oleh karena itu ajarkan anak agar berterus terang.
7. Tanamkan bahwa jika sesuatu terjadi kita selalu ada dipihak anak dan tidak akan menyalahkan mereka , kekerasan seksual bukanlah sama sekali kesalahan korban.

Anak Korban pencabulan biasanya menyimpan peristiwa itu  sebagai rahasia karena
1. Mereka takut membuat orang tua marah atau kecewa, atau terlalu malu untuk  bercerita
2. Si pencabul mengancam akan melukai si korban atau keluarganya
3. Anak yang mengalami perlakuan  pencabulan pertama lalu  kemudian tak terungkap akan menjadi lebih malu jika itu terjadi lagi dan akan  cenderung diam seterusnya.
4. Anak kecil biasanya diajarkan untuk hormat dan sopan ke orang yang lebih dewasa, sehingga mereka menganggap tidak ada yang harus diceritakan karena orang dewasa yang melakukannya,

Jika anak kita mulai meperlihatkan salah satu gejala di bawah ini, mulailah menggali lebih dalam, gejala di bawah ini bukan berarti bahwa anak yang menunjukkan perilaku tersebut telah mengalami kekerasan seksual tetapi sebagian besar memang begitu.

  1. Mimpi buruk, kesulitan tidur atau ketakutan yang tidak beralasan
  2. Perubahan sikap yang tiba-tiba, menarik diri dari pergaulan, marah-marah, menjadisangat moody atau pola makan yang berubah
  3. berlaku seperti anak kecil  lagi seperti mengompol, atau menyedot jempol
  4. Menunjukkan ketakutan kepada tempat tertentu atau orang tertentu,
  5. menolak berdua dengan orang dewasa
  6. Berusaha menghindari mandi atau buang air
  7. Bermain, menulis atau mengambar yang sangat dia takuti atau objek seksual
  8. Menolak menceritakan rahasia
  9. Tiba -tiba sakit perut tanpa alasan yang jelas
  10. memancing  pembicaran yang mengarah kepada hal-hal seksual
  11. menggunakan kata-kata  orang dewasa untuk menunjukkan bagian tubuh nya
  12. Menjalin hubungan dengan orang dewasa yang melibatkan pemberian yang tak jelas seperti uang atau hadiah
  13. Dengan sengaja melukai diri dengan pisau, api atau  dengan obat-obatan, kabur  dari rumah
  14. Tiba-tiba menjadi tidak mau terganggu apabila bertelepon atau menggunakankomputer (internet)
  15. Ada gejala  fisik seperti kesakitan saat kencing, luka/lebam di pantat atau di alatkelamin atau mulut, gejala kehamilan

Sumber : Prevent Child Abuse New York

Tinggalkan komentar

Filed under keluarga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s