Menjadi Orang Tua Yang Baik (3)

P yang pertama Preventing
Preventing dalam bahasa  indonesia ialah mencegah, artinya kelakuan atau gejala buruk  yang akan beresiko menimbulkan masalah harus kita cegah sebelum hal itu menjadi krisis. Sudah banyak contoh  yang kita lakukan contoh untuk bayi kita yang masih merangkak kita tutup semua socket outlet listrik, kita simpan obat-obatan ditempat yang tidak terjangkau bayi , kita cegah anak gadis 13 tahun pulang sendiri malam-malam dll. Namun mencegah tidak hanya berhenti di mengucap kata JANGAN  dan TIDAK , saja ada hal lain yang harus kita cermati

Mengenali kemungkinan Masalah, sebelum meledak menjadi  krisis yang berkelanjutan
Secara aktif terlibat dalam kehidupan anak.  Adalah penting untuk orang  tua untuk hafal bagaimana cara anak kita berpikir, merasa dan bertindak . Dengan demikian  perubahan sedikitpun dari kebiasaannya akan kita segera ketahui. Ada  kalanya perubahan itu yang memang bagian dari bertumbuhkembangnya anak kita ada juga sebagai gejala dari masalah yang harus segera kita selesaikan. Banyak contoh kasus anak yang terlibat narkoba dan orang tua tidak mengetahui sampai  ke tingkat pecandu yang parah karena gagal mengidentifikasi gejala perubahan.

Membuat batas yang jelas dan konsisten dengan batasan tersebut.
Buatlah batasan tentang apa yang boleh dan tidak boleh, agar anak dan kita sendiri  mengerti dimana batas itu dan jika mereka melewati batas hukum sesuai dengan kesalahannya. Hukuman yang berupa larangan  misalnya tidak boleh menonton TV atau jatah jajan dikurangi bukan kata-kata kasar atau perlakuan fisik.

Membiasakan anak mengungkapkan perasaaan
Tingkah laku yang dibuat-buat -menangis berlebihan disebabkan oleh karena anak tidak  tahu cara menyalurkan emosinya, seringkali kita membuat kesan bahwa marah dan menangis  itu  sesuatu buruk sehingga harus dihindari padahal ada kalanya emosi itu begitu kuatnya sehingga hal-hal yang biasa dilakukan  tidak cukup lagi mewakili dan mulailah ia bertingkah yang aneh-aneh. Kita sebagai orang tua harus mencontohkan menyalurkan kemarahan dan emosi dengan cara yang positif  dan sehat, sehingga mereka punya contoh cara menyalurkan emosi dengan baik.
Jika anak dalam kondisi emosi yang tinggi , biarkan saja dahulu, begitu  mereda ajak mereka bicara tentang apa yang mereka rasa dan cari tahu kenapa penyebabnya. Jelaskan juga bahwa emosi itu bagian dari manusia dan itu adalah wajar karena hidup itu tidak melulu menyenangkan dan orang tidak selalu mendapat apa yang diinginkan. Begitu anak anda tahu jangkauan emosinya dia akan tahu cara menghadapi emosinya.

Tahu bagaimana menghadapi masalah.
Karena setiap masalah berbeda satu  dengan yang lainnya, maka cara menuntaskannya pun akan berbeda. Untuk mengatasi masalah yang sulit , kita mungkin memerlukan metode yang agak berbeda, tapi ada beberapa hal perlu kita ingat bahwa :
Kita tidak sendiri
Bicaralah pada saudara, teman sesama orang tua  mungkin mereka pernah menghadapi masalah yang sama , atau mereka punya gagasan untuk menyelesaikan masalah kita, atau setidaknya jadi teman curhat yang meringankan sedikit beban.
Jika masalahnya terlalu besar dan kita tidak sanggup menghadapinya kita harus berterusterang dan meminta pertolongan karena memang ada  beberapa masalah yang terlalu besar untuk dihadapi sendiri  dan bukan karena kita orangtua yang buruk. Kita harus tahu kemampuan kita dalam menghadapi masalah.
Adakalanya kita tidak tahu bagaimana mengatasi suatu masalah , itu adalah hal biasa dan yakinlah ada orang lain yang bisa ,gunakan semua kemampuan untuk menyelesaikan masalah, termasuk menggunakan bantuan orang lain yang penting adalah masalah terselesaikan.  Kepada siapa saja kita bisa meminta tolong

  • Orang tua kita (bila masih ada)
  • Teman atau saudara sesama orang tua
  • Guru di sekolah anak kita
  • Ustad atau kyai (pemuka agama)
  • Psikiater  atau psikolog professional
  • Dokter spesialis anak
  • dokter keluarga

2 Komentar

Filed under keluarga

2 responses to “Menjadi Orang Tua Yang Baik (3)

  1. Ping-balik: Menjadi Orang Tua Yang Baik (5) « Ayadila’s Blog

  2. Ping-balik: Menjadi Orang Tua Yang Baik (6 - habis) « Hakuna Matata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s