Menjadi orang tua yang baik (2)

Responding atau menanggapi mesti  dibedakan dengan memberi reaksi atau hanya sekedar memberi perhatian. Menanggapi artinya memastikan anda telah berhenti sejenak lalu memilih pilihan terbaik sesuai dengan situasi,tidak berlebihan, tidak kekurangan  ,tidak terlalu cepat atau terlalu lambat . Kebanyakan kita bereaksi dalam menanggapi sebuah situasi, jawaban atau tindakan  yang kita  ambil biasanya  yang pertama terlintas dalam pikiran tanpa memikirkan akibat kebelakangnya, meskipun sebenarnya hal ini normal karena orang lain pun bertindak yang sama setiap hari.

Ketika kita bereaksi kita tidak membuat keputusan  terbaik tentang sebuah situasi, dengan bereaksi kita tidak bisa memilih cara yang terbaik yang kita inginakan dalam menanggapi sebuah situasi. Menanggapi artinya berhenti sejenak, pikirkan sebentar tentang apa yang sedang terjadi sebelum kita bicara, bertindak dan merasa.

Moment saat berhenti sejenak untuk berpikir  itu yang menentukan hubungan kita dengan anak, kesan dari hasil tindakan kita akan menancap dalam-dalam di benak anak,moment itu apakah dalam hitungan hari, jam atau detik atau menit  membuat kita lebih jernih dalam melihat masalah dengan memikirkan akibatnya di masa depan.

Dengan berhenti sejenak kita dapat menentukan jawaban yang tepat setelah memikirkan semua pilihan yang ada dilihat  dari berbagai sisi,sehingga kita terlatih untuk mengambil tindakan yang sesuai, lama kelamaan untuk situasi yang sering terjadi kita bisa mengambil yang cepat dan tepat

Pikirkan dulu pertanyaan berikut sebelum menanggapi, apakah kata-kata kita bisa dimengerti anak sesuai usianya, apakah tindakan keputusan yang kita sesuai dengan kata-kata kita , apakah emosi kita mempengaruhi tanggapan kita, apakah kita tahu alasan mengapa anak berbuat sedemikian atau berkelakuan seperti itu. Pikirkan juga situasi yang sama yang pernah terjadi dan ingatlah bagaimana kita menanggapinya, ingat kan juga anak kita apa yang dulu terjadi jika dia bertindak demikian. Kita bisa memakai pengalaman masa lalu untuk menilai situasi sekarang , pikirkan hasil yang kita inginkan dan bagaimana cara untuk menempuhnya.

Apabila kita secara konsisten menerapkan pola tanggapan di atas maka anak kita akan menyadari bahwa tindakan yang kita ambil tidaklah sembarangan,  Tanggapan yang hangat, penuh perhatian dan sensitif  lebih mendekatkan kepada anak membuat mereka lebih terbuka jika ada masalah atau pertanyaan. Ini akan membuat semacam ikatan Dengan adanya ikatan kepercayaan, kita dengan anak kita akan melewati semua masalah yang timbul dalam masa pertumbuhan. Sikap  konsisten tidak berarti kita tidak lentur dalam menanggapi situasi , ingat kata kunci nya harus sesuai dengan keadaan. Seiring dengan bertumbuhnya anak kita , dia akan hafal cara kita mengambil keputusan dan mungkin suatu saat akan  meniru cara kita mengambil keputusan.

Contoh yang buruk tentang orang yang bereaksi pada suatu masalah adalah cerita tentang anak kecil yang menggores mobil ayahnya , tau dong yang akhirnya tangan anaknya diamputasi walau cerita ini kayaknya fiktif tapi bisa jadi inspirasi untuk tidak bereaksi berlebihan.  dila waktu TK jika saya hendak marah  mesti bilang  Laa Taghdhob walakol jannah (ini hadist) jangan marah maka surga bagimu.

1 Komentar

Filed under keluarga

One response to “Menjadi orang tua yang baik (2)

  1. Ping-balik: Menjadi Orang Tua Yang Baik (6 - habis) « Hakuna Matata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s